Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Tentang INSOMNIA

            Bisa jadi beginilah cara tuhan memanggilku untuk kembali menulis, hal terindah Yang bisa dilakukan tanpa suara, tanpa berpikir keras karena mood tulisan tangan muncul dan pergi sesuka hatinya, yaah... ada kemiripanlah dengan kamu (baca; mantan) yang suka datang dan pergi sesukamu, hehe.. mulaiii, Alay!
            Sudah hampir sepuluh bulan ini terjadi, siang terasa malam, malam terasa siang.  Otak ini baru benar-benar terasa bekerja dan berguna di kisaran malam pukul 23.00 sampai pagi 04.00, aku akan lebih asyik diajak mengobrol dijam-jam ini, I think I reallly genious at the time, aku memikirkan segala sesuatu yang terlewatkan selama ini, yang tidak kupertanyakan selama ini, yang tidak kujawab selama ini, aku seperti menjadi seseorang, aku bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan, semua ide yang terpendam tiba-tiba muncul tanpa harus repot menariknya kembali. Tapi cobalah menemuiku disiang hari, itu pun jika kamu beruntung aku sedang tidak tidur lelap, siang hari adalah waktu paling tepat untuk menikmati penderitaan, nafas sesak, badan pegal, rasa kantuk yang luar biasa, dan tentu saja aku sulit berpikir, sungguh terasa aneh, tapi yaahh.. apa mau dikata, live must go on.
Berbagai resep dan tips dari teman dan keluarga sudah ku coba agar bisa tidur dengan normal, semuanya Gagal, TOTALLY! TRUST me! Mataku juga punya kebiasaan buruk seperti mantanku yang PHP itu, suka tertutup dan terbuka sesuka hatinya.. kqkqkqkqkqkqkqkq..
Anyway aku bersyukur masih memiliki Allah yang maha memberi petunjuk, mungkin aku sedikit berbeda dan sedang berusaha untuk menjadi normal, entah itu perlu atau tidak, aku berusaha mengalir apa adanya, dari semua kejadian ini aku dapatkan sesuatu yang selama ini kucari, kemerdekaan :)

12 September 2014  23:05

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dan Sekarang Aku sudah Tahu, Sayang...

Menemaniku bermain basket di masa-masa pengangguran kami (3 Maret 2011)
       Hari ini Jumat 12 September tahun 2014. Tidak ada yang kebetulan, aku sedang menuangkan beberapa pengalaman menarik dalam tulisan di layar komputer dan kutemukan judul file microsoft word ini “RezTu” dua tahun yang lalu aku menulisnya sebagai persembahan untuk sahabatku tersayang yang akan memasuki usia ke-24, empat hari setelah aku sendiri baru memasuki usia 23, suatu malam di bulan april. Tulisan ini akan kuposting di blog pribadiku tapi entah kenapa aku melupakan rencana itu begitu saja, aku dan sahabatku ini malah sibuk mempersiapkan acara ulangtahun bersama di sebuah restoran di kota Makassar dengan mengundang beberapa teman SMA, beserta pasangan tentunya J .
          Dua tahun yang lalu aku memang tidak menyelesaikan tulisan ini, terlalu banyak ide yang muncul saat itu, terus terang bingung akan menulis yang mana duluan, terlalu banyak kenangan yang bisa dituangkan,  Setelah membacanya kembali hari ini, terutama kalimat terakhir, Aku tau, aku mengerti, aku memang tidak harus meneruskannya dua tahun yang lalu, karena sang waktu menjelsakan lebih dari yang terlihat, lebih dari mampu kupahami..


Makassar, 14 april 2012        23:00 pm

REZKI TUNNISA, REZKI TUNNISA, apa ya yang menarik untuk dituliskan tentangnya? Hm... aku hanya butuh waktu kurang dari satu detik untuk memutuskan bahwa banyak hal yang bisa kuceritakan tentangnya di Blogku kali ini, tulisan ini ku persembahkan sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke dua puluh empat *ups! keceplosan, ketahuan udah mulai udzur yah...
Kuawali dengan doa, aku berharap diusianya kali ini ia segera mendapatkan pasangan ideal dambaannya karena ku tahu hal yang satu ini sedang menjadi prioritasnya, amin.
Aku mengenalnya sembilan tahun yang lalu di pertengahan tahun 2003 saat menjadi siswa baru SMA, kesan pertamaku terhadapnya sangat biasa dan tidak menarik, entah apa yang ada di pikirannya ketika masa orientasi berakhir dengan PD nya ia menawarkan diri,
‘’kita duduk sebangku aja ya..’’ 
Aku speechless kala itu,  otakku juga kebingungan melihat antusiasme dan percaya dirinya yang tidak tanggung-tanggung tapi akhirnya mengangguk juga tanda mengiyakan, antara tidak tega menolak dan penuh tanda tanya
‘’Emang ni orang punya apa untukku kalo kita duduk sebangku?’’ pikirku keras.
‘’Mau kasih contekan? Ah posisiku selalu terjaga dari tiga besar selama SMP, asal jangan di kasi matemetika aja, hahaa...’’ lanjutku dalam hati.
‘’Atau anak ini paling gaul di sekolah? kayaknya sih tidak’’ aku benar-benar melongo kali ini. Tapi sudahlah, toh aku sudah terlanjur mengangguk, siapa tahu anak ini bisa berguna suatu saat nanti. .

Rumah kos kenangan di masa kuliah



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS