Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Karaeng Gokil from Tangkuru Part II



Aku mengenalnya sebagai anak muda yang sopan dalam bertutur kata, anak seusianya biasanya senang mengekspresikan dirinya dengan lelucon yang norak, atau segala sesuatu yang terdengar gila, dan Alay tentunya. Alay mungkin adalah sesuatu yang memang tidak terpisahkan dari masa muda seseorang, termasuk Cuddi’.
            Anak ini sungguh keras kepala, ia bahkan tak ingin mengerti apapun, “pokoknya saya tetap tunggu postingan berikutnya kak” aku hanya bisa tersenyum kecut menanggapinya sambil memijiti kepalaku yang pusing non stop sepanjang hari. Tapi aku tetap senang iya menungguku menepati janji, aku senang mendapatinya sebagai anak muda yang konsisten dengan perjanjian, jaman sekarang agak sulit menemukan tipe seperti ini.
            Meski sebenarnya tak banyak yang bisa kuceritakan tentangnya, banyak cerita yang kudengar darinya tapi tetap saja aku merasa masih banyak hal yang belum terungkap dengan lugas, terus terang aku butuh sering bertemu, merasakan feel-nya, meraba aura yang terpancar di matanya, atau mungkin sampai mengenali aroma parfumnya  untuk menciptakan cerita yang lebih panjang dan berkesan. Aku hanya akan berpesan untuk menggali cerita hidupnya sendiri, suatu saat nanti aku akan mendapatinya menceritakan apa yang terjadi, bagaimana tuhan menyajikan skenario hidupnya, apa yang dia cari, apa yang dia sukai, apa yang membuatnya kesal hingga mendidih, apa yang membuatnya menangis, atau menjadi mulas karena terbahak-bahak, sampai ia bergumam “ah, indahnya hidup ini kak” . Menceritakan diri sendiri, menertawakan diri sendiri, memahami diri sendiri,  atau bahkan mengejek diri sendiri adalah hal terindah yang bisa dilakukan anak manusia jika saja semua orang ingin jujur pada diri sendiri.


            Teruslah bertumbuh dek.. aku pun begitu.
Tunggu yang Part III yaaah.. hehehehee

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

What is Love



Percayakah kamu pada cinta sejati? Pernah suatu ketika, sebuah fase dalam hidupku aku benar-benar mengenalnya. Kutemukan bahwa ia hanya akan datang sekali dalam hidup ini, digariskan hanya satu kali dalam kehidupan manusia. Kehadirannya terus terasa tak lekang oleh waktu, tidak mengenal status, tidak perduli situasi dan kondisi, tidak memandang kelemahan dan kelebihan, tidak ada egoisme di dalamnya, ia menghadirkan ketentraman yang tiada tara, ketenangan yang tidak bisa dibahasakan oleh kata. Ia melukai sekaligus menjadi obat dan penawar pilu. Adalah kebohongan jika seseorang bersaksi bahwa cinta bisa jadi benci, cinta adalah cinta, sampai kapanpun tidak akan pernah jadi benci, selamanya cinta hanya akan memberi, menerima adalah bonus dari tuhan, selamanya cinta hanya akan berkorban jika yang mencinta merasa perlu untuk mengorbankan.

Menurutmu???

28 November 2014
Kuceritakan ketika Dia telah pergi (mungkin)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS