Tentang kamu yang sudah sangat jauh
dari penglihatan. Sedang apa kamu di sana? Sehat kah? Bahagia kah? Tidak kah
kekurangan sesuatu pun? Apa dia memperlakukanmu dengan baik? Apa kamu
memperlakukannya dengan baik? Apa
semuanya berjalan sesuai keinginan? Sudah punya apa kamu sekarang? Tahu kah di
sini bayangmu tidak pernah pergi? Tahukah beberapa kalimat saja aku menulis
sesuatu tentangmu mata ini sudah berkaca luar biasa. Tahukah ketika ingat kamu
sekujur tubuh ini hanya mampu melafadzkan Astaghfirullahaladzim. Tahukah dari radius seratus meter saja
hanya kamu yang mampu memporakporandakan
ketenangan dan ketika berada tepat di sampingku hanya kamu juga yang mampu
memberikan ketentraman yang aneh, jarum jam berhenti berdetak, angin sejuk dari
segala arah bertiup dengan lembutnya. Hanya sama kamu semuanya bisa seperti
ini.
Ada
banyak sakit di dunia ini, sakit dikhianati sudah aku rasakan, sakit di
permainkan sudah aku rasakan, sakit ditusuk dari belakang oleh sahabat sudah
aku rasakan, sakit dihina dan direndahkan sudah aku rasakan, sakitnya tidak
dianggap sudah kurasakan, sakitnya tidak punya uang sudah aku rasakan, sakitnya
sendirian sudah aku rasakan, sakit karena cemburu sudah tak terhitung lagi,
sakitnya ditinggal menikah oleh kekasih pun sudah kurasakan, tapi baru kali ini
aku benar-benar patah hati, Sakit yang satu ini beda. Jika sakitmu tidak lantas
membuatmu ingin mati saja, mungkin kamu belum pernah benar-benar merasakan yang
namanya patah hati. Bersyukurlah. Jika kamu masih sempat memikirkan “dirimu
saja” mungkin kamu belum pernah benar-benar merasakan cinta.
Waktu yang cukup hangat
untuk menuliskan sesuatu tentangmu di rumah nenek.







0 komentar:
Posting Komentar