Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Entah 1


            Bulan November 2014 adalah tepat bulan ke dua belas masa pengangguranku, sebut saja Bank B tempatku melamar diakhir tahun lalu, dari hasil tes keseluruhan aku berhasil meraih peringkat ke tiga dari ratusan calon karyawan yang memperebutkan posisi yang cukup banyak diminati di tempat itu, aku memang sangat serius mempersiapkan diriku untuk semua tes calon penerimaan karyawan, sampai-sampai aku rela menjabani hal-hal yang tidak kusukai, aku hanya bisa terheran-heran saat semua orang tahu bahwa aku lulus tes tapi tidak mendapatkan panggilan kerja yang entah apa alasan kegagalanku. Meski sangat nyessekk setiap ada yang menanyakannya, agar tidak terlihat sangat hancur aku balas dengan senyuman dan menjawab “entah”.
            Sebut saja perusaan outsourcing K yang sudah sekian tahun menangani perekrutan perusahaan bergengsi T, semua proses tes sudah kujabani dan kuselesaikan tanpa kendala, tanpa masalah yang berarti, proses wawancarapun berjalan sangat antusias seperti biasa, bukan sombong atau sok pintar, tuhan memang telah menganugerahiku kecerdasan mengambil hati pewawancara dan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Temanku yang sudah lama bekerja di tempat itu heran mengapa aku tidak mendapatkan panggilan kontrak kerja padahal semuanya OK OK saja dan terasa sangat meyakinkan, aku hanya bisa membalasnya dengan emoticon smile via bbm, sms dan chattingan facebook meski di otak dan hatiku juga penuh tanda Tanya “mengapa”.
Tidak sempat rasanya menyebut puluhan perusahaan lain yang telah sukses menolak kemampuanku. Entah tuhan sedang merencanakan hal besar apa untuk masa depanku, aku tengah berusaha keras untuk bersabar dan mengikhlaskan semua rasa kecewa yang datang bertubi-tubi dan nyaris bersamaan ini, penyakit yang belum bisa kukalahkan, dipecat sepihak dari tempat kerja yang kusenangi, patah hati ditinggal menikah oleh orang tersayang, kehilangan jutaan rupiah modal usaha, masa pengangguran yang kadang terasa membosankan, lilitan hutang yang terasa seperti lingkaran setan yang entah kapan ujungnya, berat badan naik drastis tanpa terkontrol, stress sudah barang tentu.
Atau mungkin seorang Nabila memang tidak cocok jadi seorang karyawan, insya Allah akan kubangun masa depanku lewat perdagangan, akan kutentukan nasibku tanpa harus mengikuti lagi ideologi orang lain yang mungkin saja belum tentu sejalan dengan hati nuraniku. Amiiin.


30 November 2014
Galau itu manusiawi…


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar